5 TIPS PRAKTIS MEMBUAT PELUANG USAHA (BUSINESS OPPORTUNITY) DAN WARALABA (FRANCHISE) YANG SUKSES

Ditulis oleh: Djoko Kurniawan (Konsultan Waralaba/ Franchise di Indonesia)

Salah satu cara pengembangan usaha yang paling tepat adalah dengan Sistem Peluang Usaha (Business Opportunity) dan Sistem Waralaba (Franchise). Kedua sistem ini mirip, bedanya hanya bahwa usaha waralaba telah resmi terdaftar di Departemen Perdagangan Indonesia dan telah mendapatakan STPW (Surat Tanda Pendaftaran Waralaba).

Kita tahu di Amerika demikian banyak bisnis yang dikembangkan dengan Sisterm Waralaba dan sebagian besar berhasil. Di Indonesia kita juga melihat bahwa bisnis yang dikembangkan dengan sistem ini sangat banyak. Pada setiap pameran Peluang Usaha dan Waralaba di Indonesia, seperti IFRA yang diadakan oleh DIANDRA PROMOSINDO dan juga IFBC oleh NEO ORGANIZER, demikian banyak Peluang Usaha dan Bisnis Waralaba yang ditawarkan. Pengunjung pameran dari tahu ke tahun juga makin banyak dan selalu antusias.Transaksi antara pemilik bisnis bisnis (Franchisor/ Pewaralaba) dengan calon mitra (Franchisee/ Terwaralaba) di pameran tersebut juga sangat banyak. Ini artinya masyarakat memberikan sinyal postif untuk perkembangan Peluang Usaha dan Waralaba di Indonesia.

Dalam artikel ini saya ingin menyampaikan 5 tips untuk mempersiapkan sebuah Peluang Usaha maupun Waralaba.

Secara prinsip ada 5 hal yang hal diperhatikan untuk dapat membuat Peluang Usaha atau Bisnis Waralaba untuk siap dimitrakan atau siap untuk dikembangkan secara lebih luas.

1. CIPTAKAN STANDARDISASI

Tidak dapat dipungkiri bahwa hal paling penting yang harus disiapkan pemilik usaha atau franchisor adalah standardisasi. Semua proses di dalam sebuah usaha harus punya standard baku yang jelas sehingga bisa dijadikan patokan untuk melakukan sebuah kegiatan usaha. Contohnya adalah standard membuat sebuah masakan dalam bisnis kuliner, standard memberikan salam kepada customer, standard cara menyampaikan pengajaran untuk usaha pendidikan, standard software kasir (POS) yang digunakan (misalnya semua harus menggunakan iReap Pro), standard membuat laporan harian, dan standard lainnya. Semuanya harus baku sehingga dapat digunakan untuk mengajarkan kepada calon mitra/ franchisee/ terwaralaba. Tuangkan semua standardisasi harus ditulis dalam SOP (Standard Operating Procedures).

2. SUDAH DAFTAR HAKI

Setiap usaha yang akan dibuat harus sudah HAKI (Hak Kekayaan Atas Intelektual). Secara sederhana bahwa nama merek/ brand usaha dan logo telah terbukti sah menjadi milik Anda. Tahun ini jika kita perhatikan ada kasus artis pengusaha yang lupa mendaftarkan mereknya dan akhirnya harus mengalami kerugian. Sebagai seorang Konsultan Franchise/ Waralaba yang sudah puluhan tahun menemani banyak pebisnis, saya selalu ingatkan bahwa kekayaan intelektual wajib didaftarkan, jika tidak maka ada kemungkinan diambil oleh oknum lain yang memang sengaja ingin mengambil keuntungan. Setelah baca artikel ini, langsung daftarkan merek dan logo usaha Anda. Yang paling umum adalah daftar dalam 2 kategori, yaitu sebagai nama toko/ outlet/ usaha dan nama produk/ jasa.

3. BUAT ANALISA BISNIS YANG JUJUR

Langkah selanjutnya adalah mulai membuat analisa bisnis yang sesuai dengan kenyataan di lapangan. Pendapatan yang Anda dapatkan dalam sebulan atau bahkan setahun bisa digunakan sebagai patokan untuk menghitung kapan usaha bisa balik modal (BEP). Cobalah untuk jujur, karena saya masih sering melihat pemilik Peluang Usaha atau Waralaba merubah angka yang sebenarnya menjadi angka fiktif yang diperbesar agar balik modalnya terlihat cepat. Kejujuran adalah segalanya dalam bisnis. Jangan pernah bohongi calon mitra/ franchisee dengan angka-angka palsu yang nantinya akan mengecewakan mereka dan membuat brand Anda menjadi rusak di pasar.

4. NIAT BAIK UNTUK MEMBUAT ORANG LAIN SUKSES

Hal terpenting dalam bisnis adalah memiliki nilai/ value yang baik/ benar. Anda harus memiliki tekad untuk membuat calon mitra atau franchisee sukses ketika bergabung dengan usaha Anda. Bantulah mereka sampai sukses, jangan pernah tinggalkan mereka, bimbinglah mereka sampai benar-benar bisa menjalankan bisnisnya. Menurut pengamatan saya masih banyak pebisnis yang hanya berniat mengambil uang d awal (apapun istilahnya: initial fee, franchise fee, dll) dari calon mitra/ franchisee. Ini jelas bukan hal yang benar. Semangat membuka Peluang Usaha atau meWaralabakan bisnis harus membuat semua pihak sukses.

5. IKUT PAMERAN PELUANG USAHA/ WARALABA

Setelah 4 hal di atas Anda jalankan, langkah terakhir adalah mengikut pameran Peluang Usaha atau Waralaba yang diadakan oleh event organizer yang sudah berpengalaman untuk mendatangkan calon mitra dari seluruh Indonesia. Dalam pameran, pastikan Anda telah siap untuk menjawab semua pertanyaan dari calon mitra. Buatlah booth pameran yang menarik dengan menampilkan produk/ jasa yang Anda tawarkan. Siapkan tim penjual yang bisa berkomunkasi dengan baik dan mengerti product knowledge. Ciptakan kesan postif pada saat calon mitra datang ke booth pameran. Berikan trial produk jika diperlukan. Jangan pernah mengajak tim yang tidak siap untuk pameran dan sekedar menjadi pelangkap.

Jika Anda masih ada pernyataan tantang artikel ini, silahkan menghubungi saya di wa 081573709100 atau email:  djokokurniawan@gmail.com

Dengan senang hati saya akan membantu usaha Anda.