Ditulis oleh,
Djoko Kurniawan
Konsultan Bisnis | Konsultan Marketing | Konsultan Franchise | Konsultan Service Excellence wwww.djokokurniawan.com

 

Anda semua pasti setuju bahwa Marketing 4.0 yang sering dibicarakan akhir-akhir ini adalah sangat penting untuk diketahui. Marketing 4.0 merupakan pendekatan pemasaran yang mengkombinasikan interaksi  online  dan offline  antara perusahaan dengan customer. Di era ekonomi digital, ternyata interaksi digital saja tidak cukup. Pada saat dunia online berkembang, sentuhan offline justrumenjadi titik pembeda yang kuat dan menjadi daya ungkit yang baik untuk sebuah brand.

 

Di era Marketing 4.0, sebuah brand tidak hanya mengedepankan branding bagus, tetapi juga konten yang relevan sesuai dengan harapan customer dan mampu menampilkan konten yang bagus dengan kemasan yang terkini dan bagus. Jadi Marketing 4.0 tujuan utamanya adalah memenangkan advokasi customer.

 

Dalam dunia kuliner, strategi Marketing 4.0 sudah mulai banyak dipakai oleh beberapa brand. Perusahaan mendorong customeruntuk mengupload foto makanan/ minuman dan memberikan testimoni atau advokasi secara onlinemelalui social media. Tujuannya adalah agar calon customeryang belum mengenal produk atau yang masih ragu-ragu untuk mencoba menjadi lebih percaya dan akhirnya mau membeli. Jadi perusahaan mulai mengoptimalkan peran customeruntuk menjadi tim penyebar kabar baik. Banyak tawaran menarik yang diberikan kepada customeragar mereka mau bercerita melalui social media, seperti diskon langsung, voucher makan selanjutnya, dan cara-cara lainnya.

 

Persaingan dunia kuliner yang demikian ketat menuntut pebisnis kuliner harus bisa memanfaatkan customerdan semua pihak terkait untuk mau bekerjasama meningkatkan brand awarenesssecara onlinedan offline. Jadi jangan heran jika saat ini banyak brandmenggunakan jasa food bloggeruntuk meningkatkan brand awarenessdan angka penjualannya. Budget marketing yang dimiliki perusahaan mulai banyak dialokasikan dalam duniaonlinekarena mereka yakin bahwa netizenpunya potensi yang besar.

Ingat bahwa Marketing 4.0 tidak hanya bicara tentang strategi onlinetetapi juga offline. Jadi pebisnis harus tetap memikirkan brand activationagar bisa bertemu langsung dengan customer. Biasanya setelah acara offline brand activationdilaksanakan, maka acara tersebut harus dikomunikasikan secara online. Ini juga akan membuat contentyang ada di media onlinesemakin menarik dan yang paling penting agar netizenjuga mengerti semua acara offlineyang diadakan oleh perusahaan.

 

Para pembaca sekalian, mau tidak mau Marketing 4.0 memang harus dijalankan agar sebuah brandbisa memenangkan persaingan. Pebisnis harus mulai berani melakukan gebrakan dan membuat strategi yang berbeda dengan kompetitor. Jangan selalu berpikir yang pada umumnya tetapi harus membuat strategi yang out of the boxbaik untuk onlinemaupun offline.

Di akhir artikel ini saya ingin mengatakan bahwa peran sumber daya manusia (SDM) di era Marketing 4.0 tetap sangat penting. Tanpa SDM yang punya kemampuan komunikasi yang baik maka program untuk mendorong customeruntuk memberikan testimoni dan advokasi tidak akan bisa berjalan. Bagaimanapun juga komunikasi yang baik akan membuat customersemakin terdorong untuk membantu sebuah brandmenjadi lebih sukses melalui advokasi mereka.

Bagi ntizen yang ingin konsultasi lebih jauh tentang artikel ini, silahkan email ke info@djokokurniawan.comatau WA: 081573709100 atau twitter @djokokurniawan atau IG: djoko.kurniawan