Saat ini penjualan produk di market place berkembang pesat. Namun, kesuksesan berbisnis online dalam e-commerce marketplace tidaklah mudah. Untuk satu jenis produk saja telah banyak orang yang membuka lapak dagangan sehingga persaingan yang ada benar-benar ketat. Selain itu, terdapat juga beraneka ragam barang yang kini bermunculan sehingga apapun barang yang Anda jual tidaklah pasti diminati karena bisa jadi akan ditemukan barang substitusi yang menarik.

Lalu sebaiknya jual produk dimana? Pelaku bisnis jangan hanya sekedar jual produk, tapi produknya harus memiliki sesuatu yang berbeda. Misalnya untuk produk minuman lemon, diberikan label pada botol mengenai fakta seputar lemon. Contoh lain penjualan menu rawon yang harganya Rp15 ribu di warung pinggir jalan, tapi harganya bisa mencapai Rp 75 ribu di hotel berbintang hanya karena ada ceita dibalik rawon yang dijual. Misalnya pemilihan bahan yang berkualitas, proses slow cooking, jenis daging yang digunakan, dan lain-lain.

Penjualan produk selain di market place juga bisa dilakukan di dalam komunitas, misalnya ikut masuk dalam grup pedagang wilayah tertentu. WA dan telegram saat ini jauh lebih efisien dibanding marketplace khususnya bagi pemula. Strategi lain adalah bergabung di marketplace yang sudah dikenal, dengan sistem bagi komisi. Selain itu jual di market modern tapi bukan skala besar seperti di Indomaret atau Alfamart. Juallah di outlet-outlet yang tidak sensitif dengan harga, contohnya untuk produk buah bisa dijual di Rumah Buah atau All Fresh di Jakarta Awalnya Anda harus menjual barang dengan sistem titipan atau konsinyasi.

Story telling juga perlu dilakukan supaya konsumen tahu perbedaan kualitas produk yang dijual dibanding kompetitor. Pebisnis jangan hanya sekadar jual produk saja, tapi harus membuat konsumen tahu apa kelebihan produknya. Produk yang dikemas dan diberikan cerita maka harganya akan berbeda. Starbucks laku karena pola bisnisnya jelas, dengan membuat story telling memberdayakan petani kopi. Begitu pun Body Shop, karena ketika konsumen membeli produk tersebut merasa ikut memelihara lingkungan karena ownernya peduli terhadap lingkungan . Dalam hal ini harus ada unsur personal branding yang diangkat.

Jadi untuk menjual sebuah produk/ jasa secara online, jangan hanya fokus pada produk/ jasa saja tetapi juga memikirkan faktor-faktor pendukung agar produk/ jasa terlihat beda dan menarik bagi calon konsumen.

 

Ditulis oleh,

Djoko Kurniawan, Konsultan Bisnis, Konsultan Franchise/ Waralaba