7 TIPS MEMBELI BISNIS WARALABA/ FRANCHISE

Ditulis oleh, Djoko Kurniawan (Konsultan Warabala | Indonesia Franchise Expert)

 

Anda pasti pernah berpikir untuk membeli brand waralaba/ franchise. Di dalam pameran waralaba/ franchise, pasti banyak pilihan brand yang menarik minat Anda untuk berinvestasi. Membeli bisnis dengan sistem waralaba/ franchise tentu menjadi salah satu pilihan yang menarik, namun harus tetap berhati-hati dalam memilih.

Inilah tips Cara Membeli Bisnis Waralaba/ Franchise versi Konsultan Bisnis, Konsultan Waralaba/ Franchise Djoko Kurniawan yang sudah puluhan tahun mendampingi ratusan pebisnis di Indonesia.

Berikut ini tips Cara Pilih Brand Waralaba/ Franchise yang dapat Anda jadikan patokan sebelum membeli.

  1. Datangi kantor pusat bisnis franchise

Calon pebisnis harus memastikan langsung keberadaan kantor bisnis franchise yang dibidik. Pasalnya, itu diperlukan untuk memastikan kredibilitas mitra dan memastikan bisnis itu benar-benar ada. Sejauh apapun alamat kantornya, harus Anda datangi.

  1. Cek salah satu outlet yang sudah beroperasi

Para calon pebisnis mesti memastikan apakah outlet yang telah beroperasi sesuai atau tidak dengan analisis bisnis yang ditawarkan. Kalau berdasarkan pengamatan di lapangan ternyata tidak sesuai, jangan lanjutkan keinginan Anda untuk bermitra. Cara mengamatinya mudah, cukup sederhana, yaitu dengan benar-benar menyambangi salah satu outlet dan mencoba produk/ jasa yang dijual di sana sembari melihat situasi. Hali ini perlu dilakukan karena banyak pebisnis yang di atas kertas menguntungkan tapi kenyataannya tidak. Masih banyak franchisor yang tidak punya value baik dalam berbisnis.

  1. Jangan malu bertanya

Anda tidak boleh langsung percaya dengan apa yang ditawarkan Franchisor. Anda harus bertanya secara mendetail sebelum mengambil franchise. Tanya semuanya, A hingga Z, harus bawel, dan tanya terus sampai semua jelas.

  1. Pastikan rekam jejak franchisor

Dengan kemudahan teknologi, masyarakat bisa dengan mudah mengecek rekam jejak calon mitra franchise sebelum memulai kerja sama. Caranya adalah dengan mencari dan melihatnya di internet dan media sosial. Benar atau tidak, serta aktivitasnya seperti apa. Pasalnya, untung ruginya bisnis juga bergantung kepada hal tersebut.

  1. Jangan tergiur rayuan dan tetap bekerja keras

Saat ini banyak franchisor yang menawarkan bisnis auto-pilot alias pasti untung tanpa perlu Anda kontrol. Anda sebaiknya tidak terjebak dengan tawaran itu. Jangan tergiur dengan kata-kata manis dan pasti untung atau full autopilot. Bisnis yang ingin sukses sudah pasti perlu kerja keras dan sistem kontrol yang baik.

  1. Perhatikan dana yang dimiliki

Anda harus memperhatikan besar modal yang diperlukan untuk membuka usaha waralaba/ franchise. Hal tersebut akan menentukan seberapa besar bisnis franchise yang bisa dibeli. Jangan membeli franchise yang harganya terlalu murah dan Anda bisa membuatnya sendiri. Lebih baik dananya dipakai untuk membuka beberapa cabang dengan konsep sendiri.

  1. Siap kehilangan uang

Anda harus siap kehilangan uang ketika sudah memutuskan membeli bisnis waralaba/ franchise. Misalnya, ketika modal yang disiapkan adalah Rp 100 juta, maka Anda harus siap uang tak kembali seandainya bisnis tidak berjalan. Jika tidak siap uang hilang, jangan berbisnis. Tiap bisnis pasti ada resikonya, walaupun secara perhitungan bisa untung.

Jika Anda masih bingung, silahkan call 081573709100 atau 0818969100.