Desain produk dan kemasan menjadi penting karena merupakan titik awal untuk memutuskan produk itu disukai customer atau tidak.  Banyak pelaku usaha yang belum menyadari pentingnya desain produk dan kemasan yang bagus.

Desain produk tidak hanya terkait logo. Desain tidak pernah lepas dari kreatifitas dan harus berpikir out of the box. Inovasi dan kreatifitas sangat dibutuhkan dalam desain produk, misalnya produk es krim yang disajikan dengan gaya yang menarik. Produk bakpia kukus yang diminati karena kemasannya menarik. Produk bakpia ini menjadi berkelas dan menguatkan branding. Desain kemasan yang menarik dan berkualitas menjadi faktor pembeda dengan kompetitor.

Apa yang membuat produk bakpia kukus Jogja bisa laku? Di marketplace harganya bisa mencapai Rp 42 ribu dipengaruhi oleh desain yang menarik. Ada juga produk bolu susu lembang yang dikemas secara istimewa sehingga memberikan nilai tambah.  Ini menunjukkan pentingnya kemasan yang bisa menarik market.

Desain produk dan kemasan harus memiliki fungsi dan keindahan, dengan tujuan menghindari kegagalan yang mungkin terjadi dalam pembuatan sebuah produk. Misalnya  ketika kita mau membuat produk bakpao tapi tidak pernah tahu gambar bakpao seperti apa, maka bisa jadi bentuknya segitiga atau bentuk kotak, sehingga dibutuhkan prototype. Tujuan lain adalah untuk  memilih metode yang paling baik dan ekonomis dalam pembuatan produk, untuk menentukan standarisasi dan spesifikasi produk yang dibuat. Selain itu untuk menghitung biaya dan harga produk yang dibuat. Harga pokok produk ini ditentukan di awal.

Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui kelayakan produk apakah sudah memenuhi persyaratan atau masih perlu diperbaiki, untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dan nilai jual tinggi, untuk menghasilkan produk yang tren pada masanya. Misalnya zaman dulu speaker pasti bentuknya kotak, tapi sekarang ini  ada yang bulat. Tujuan lain membuat produk seekonomis mungkin dalam penggunaan bahan baku dan biaya-biaya dengan tanpa mengurangi nilai jual produk .

Manfaat. Manfaat desain produk dan kemasan yaitu dapat membantu pemasaran, sehingga desain produk harus mencantumkan semua hal-hal penting, seperti info expired, kandungan gizi, alamat dan keterangan produsen, dan sebagainya. jangan sampai desain kemasan sudah mau dicetak tapi masih ada informasi yang kurang di kemasan . Manfaat lain desain produk adalah meningkatkan brand awareness sehingga banyak konsumen yang membeli dan merasa bangga ketika menggunakan produk tersebut.  Manfaat kemasan menjaga kualitas produk di dalamnya . Kemasan yang tidak baik akan   memuat produk menjadi rusak.

Metode desain produk dan kemasan  ada beberapa tahapan antara lain:

– Explosing yaitu mencari inspirasi dengan berpikir kritis untuk  mendapat sebuah desain  yang belum pernah dibuat, misalnya tas helm yang dipatenkan karena belum pernah ada.

– Redefining yaitu mengolah kembali sebuah desain supaya menjadi bentuk yang lebih baik dan berbeda.

– Managing yaitu menciptakan desain dengan berkelanjutan dan terus menerus. Mislanya produk fast moving kemasannya kerap berubah supaya menarik.

– Phototyping yaitu memperbaiki dan atau memodifikasi desain warisan nenek moyang.

– Desain dibuat menyesuaikan tren yang sedang berkembang. Seperti di saat pandemi Covid-19 desain menjual nasi padang tidak lagi disajikan untuk protokol kesehatan. Begitu juga produk pizza, dan lainnya.

Langkah desain pertama kali dengan menjelajah atau browsing, brainstorming, menonton acara yang menimbulkan ide baru, mencari tempat yang bisa mengeluarkan ide seperti saat menongkrong di tempat wisata. Tahap kedua menguraikan masalah demi mendapatkan tujuan yang tepat. Misalnya masalah pengiriman buah yang mudah rusak atau masalah pada dus yang diatasi dengan membuat desain  produk dan kemasan yang  bisa mengatasi masalah tersebut. Tahap ketiga baru membuat desain produk sesuai target market dengan melakukan survei terhadap kebutuhan target market terlebih dulu.

Berikut ini informasi yang wajib ada dalam kemasan:

  1. Brand nama / logo merk dagang, merupakan nama dagang dari perusahaan anda (contoh Nestle, Indofood dll)
  2. Nama produk, yaitu nama yang diberikan kepada produk anda (Contoh Indomie, Milo dll)
  3. Jenis produk yang anda pasarkan (contoh susu cokelat, kripik pisang)
  4. Logo halal (tanda sertifikat bahwa produk anda  dapat  dikonsumsi oleh umat muslim. Tanda ini dikeluarkan Din POM dan MUI Provinsi tempat anda  berdomisili).
  5. Berat netto produk anda
  6. PIRT (Perizinan),  yaitu nomor sertifikat izin yang menyatakan  bahwa produk anda  telah lulus uji klinis  yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan di provinsi anda.
  7. Penjelasan produk, yaitu penjelasan singkat mengenai keunggulan produk anda.
  8. Expire date, yaitu tanggal masih dapat dipergunakan atau tidak dari produk yang dibungkus dalam kemasan.
  9. Barcode, yaitu sistem registrasi komputerisasi barang
  10. Komposisi yaitu kandungan bahan-bahan yang dipakai untuk membuat produk anda
  11. Kandungan gizi yaitu kandungan bahan-bahan yang dipakai untuk membuat produk anda
  12. Alamat dan keterangan produsen yang berguna jika ada keluhan konsumen.

Desain produk dan kemasan ternyata sangat penting. Apakah Anda sudah memikirkannya dengan sungguh-sungguh?

Oleh: Djoko Kurniawan, Konsultan Bisnis, Pakar Waralaba/ Franchise Indonesia.